Monday, November 17, 2014

Tips Memotret Konser Musik

Tips Memotret Konser Musik 


Konser musik adalah obyek menarik untuk mengasah kemampuan fotografi kita, dari sifatnya yang dinamis sehingga memaksa kita harus cepat beradaptasi dalam membaca perubahanmood sampai dengan sifat pencahayaan yang menantang yang harus kita hadapi saat mengatur setting di kamera. Bagi anda yang belum pernah mencoba memotret konser musik, berikut beberapa tips singkat yang semoga bisa membantu supaya hasil foto anda lebih menarik:
1.  Mulailah dari konser didekat lingkungan anda.
Pernahkah anda mulai belajar sepakbola dan langsung memimpikan dipanggil tim nasional PSSI? mistis bukan? Nah hal ini berlaku juga di dunia fotografi konser musik. Jika anda baru saja mulai belajar memotret konser musik, mulailah dari yang kecil dulu. Kalau kebetulan anda pelajar, cobalah cari event musik di sekolah sendiri atau disekolah teman anda. Kalau anda kebetulan seorang karyawan, mulailah dari event di kantor. Baru kemudian beranjak ke konser musik yang lebih besar, misalnya lomba musik yang sifatnya regional. Jangan melompat terlalu tinggi, mulailah dari yang kecil.
Event musik lokal membuat kita tidak terlalu nervous serta membantu kita lebih akrab dengan suasana konser musik secara umum. Konser musik skala besar biasanya mensyaratkan tanda ID fotografer resmi, sehingga bagi anda yang baru memulai bisa terhalang karenanya.
2.  Kenali susunan acara.
Usahakan sebelum berangkat, kita tahu garis besar susunan acara. Dengan begitu kita bisa menghemat tenaga serta konsentrasi, tahu kapan harus mendekati panggung dan kapan bisa meninggalkannya. Kalau kita tahu apa yang akan terjadi dalam beberapa saat mendatang, antisipasi kita pastilah jauh lebih baik.
3.   Berkemas seperlunya.
Jangan membawa peralatan dan perbekalan melebihi apa yang kita butuhkan. Anda tidak perlu membawa tripod, tidak perlu membawa lensa lebih dari dua (bahkan satu-pun cukup) dan tidak perlu membawa charger. Bawaan yang ringkas dan seperlunya membuat kita bisa bergerak dengan lincah dan justru bisa berkonsentrasi.
4.   Cerita.
Foto yang baik adalah foto yang bisa bercerita dengan sendirinya. Contoh: saat meliput konser rock, pastikan foto bisa bercerita bahwasanya sang vokalis menyanyi dengan sepenuh tenaga sampai urat lehernya keluar semua, sementara sang gitaris menunjukkan kemampuannya sebagai calon pengganti Steve Vai dengan mengangkat gitar-nya tinggi-tinggi. Tanpa anda memberi judul di foto, orang juga tahu bahwa konser yang anda foto adalah sebuah konser musik rock.
5.   Tinggikan setting ISO.
Seringkali konser musik diadakan di dalam gedung dengan pencahayaan yang minim, atau bahkan dilangsungkan di malam hari. Kalau memang lighting di panggung kurang mencukupi, tinggikan ISO di settingan DSLR anda. Meskipun muncul noise, paling tidak hasil fotonya bisa lumayan lebih tajam.
6.   Setting white balance di posisi auto.
Panggung untuk konser musik biasanya dihiasi dengan cahaya warna-warni mencolok untuk membuat suasana menjadi dramatis. Dengan warna yang sering berganti ini, saya pastikan anda akan kehabisan waktu kalau ingin mengubah-ubah setting white balance. Maka dari itu, gunakan setting white balance auto di DLSR anda.
7.   Gunakan lensa tercepat yang anda miliki.
Kalau anda memiliki lensa f/1.4 gunakan itu untuk sebagian besar foto anda. Kalau lensa tercepat anda memiliki aperture f/2.8, apa boleh buat pakai yang ini. Foto konser musik biasanya bertumpu pada momen yang menarik, yang hanya bisa dicapai saat kita memiliki kecepatan yang cukup. Dengan kombinasi lensa cepat dan ISO tinggi (tapi wajar), kita bisa menangkap momen-momen bagus dengan kualitas foto yang lumayan tajam, yang bisa saja terlewatkan kalau shutter kita terlalu lambat.
8.   Jangan lupakan penonton.
Masing-masing lagu memiliki reaksi yang unik bagi pendengarnya, begitu juga aksi musisi dan penyanyi di panggung pasti memunculkan reaksi tersendiri. Tangkaplah reaksi penonton dalam jepretan anda.
9.   Jangan lupakan lingkungan.
Jangan lupa potretlah juga lingkungan sekeliling panggung, jangan hanya terpaku pada penyanyi dan musisi-nya saja. Potret juga saat gitar di stem, saat drum di set, saat sound system di tes, saat orang-orang lighting mencoba lampu atau gulungan kabel di pojok mungkin juga menarik?
10. Kenalkan diri.
Buat diri anda dikenal di lingkaran orang-orang konser. Perkenalkan diri dengan sopan pada anggota band, cobalah ngobrol dengan orang sound system/ lighting. Kenalkan diri pada organizer dan juga sesama fotografer. Mintalah alamat email dan kirimkan hasil foto anda pada mereka. Siapa tahu anda akan mulai diterima dengan baik oleh orang-orang yang biasa terlibat dalam urusan konser, bahkan dengan musisinya sekalian. Dengan begitu urusan kedepan akan jauh lebih lancar, anda akan mendapat bocoran event selanjutnya dan makin leluasa berkeliaran di panggung konser.


sumber  : belfot.com

RENTAL KAMERA TERMURAH DI BANTUL


email/YM : bantulkamera@ymail.com
twitter : @kamerabantul
instagram :@bantulkamera


BOOKING CONTACT :

#BANTULKAMERA JARI
(Jalan Wonosari - Pringmayang 324)
PIN. 5FAC1DD1
085712222209 (kak Pray)


#BANTULKAMERA DONGKELAN
(Jalan Ringroad Selatan Dongkelan, Bantul)
PIN. 57C56B8C
0897 680 5354 (kakSasa)

 

Sunday, September 14, 2014

Star Trail Photography

Memotret Star Trail

star Tent

Persiapan Memotret Star Trail
Untuk membuat star trail yang harus disiapkan adalah:
  1. kamera, lensa dan tidak kalah penting adalah tripod (tripod wajib)
  2. bateray cadangan
  3. Kabel rilis shutter (shutter remote)
  4. Kompas
  5. Perlengkapan outdoor malam hari: kopi, tenda, jaket
  6. Perbekalan: kopi, camilan (bonus nih)
Langkah Foto Star Trail
Lokasi memotret sangat menentukan hasil foto star trail anda. Usahakan cari lokasi yang bebas dari asap polusi, sehingga hasil foto star trail akan makin cemerlang. Pergilah ke dataran tinggi atau pantai terpencil bila perlu.
Setelah anda sampai di lokasi, berikut ini beberapa tips yang akan membantu anda memotret star trail:
  1. Pasang tenda jika membawa.
  2. Keluarkan senjata ‘kompas’ untuk mengetahui mata angin.
  3. Set kamera di atas tripod bersama lensa dan kabel rilis shutter
  4. Setting kamera di focal terlebar, ISO 1000, Aperture f/3,5 atau lebih besar jika lensa mendukung (f/2.8 is nice) , shutter speed 30 detik dan set fokus di infinity. (Catatan: Nomor 4 adalah yang sering saya lakukan, jangan jadikan sebagai patokan namun pertimbangan. Karena anda harus menyesuaikan lokasi pencahayaan sekitar dan yang paling penting andalah selera fotografer)
  5. Untuk mendapat setengah lingkaran star trail, arahkan kamera anda ke utara/selatan, gunakan kompas
  6. Pencet dan Hold kabel rilis shutter
  7. Saatnya membongkar isi tas jika membawa camilan dan kopi dan mulailah menikmatinya
  8. Ambil sampai 300 kali exposure (frame) terkumpul (itulah gunanya camilan dan kopi bro dan sis…).
Pemrosesan Foto Star Trail Dengan Software
Setelah foto anda terkumpul saatnya melakukan stacking ratusan foto yang anda ambil menjadi foto star strail utuh. Anda dapat menggunakan Photoshop dan atau software khusus yang bisa mengolah foto star trail secara otomatis antara lain ImageStacker, DeepSkyStacker atau StarTrail Stacker.
Jadi dan beres!! Saatnya anda tunjukan pada dunia karya anda!
Sekian Tips singkat dari saya,semoga bermanfaat.

sumber : belfot.com